
Nasab keturunan Raden Sharipah isteri Tok Syeh yang sangat disayanginya ini mungkin boleh dijadikan panduan kepada keturunan aldrusi yang tidak mengetahui salasilah keturunannya sehingga kepada Rasulullah saw.
1. Nabi Mohamad saw
2. Saidatina Fatimah azzahra ra + Al Imam Ali kaw
3. Al Imam Syahid Husin ra
4. Al Imam Ali Zainal Abidin ra
5. Al Imam Saiyid Muhamad Al Bashir ra
6. Al Imam Saiyid Jaafar As Siddiq ra
7. Saiyid Ali ra
8. Saiyid Muhamad Nasir ra
9. Saiyid Muhamad Isa Syakaran ra
10.Al Imam Saiyid Ahmad Al Muhanjir ra
11.Saiyid Ubaidillah/Abdullah ra
12.Saiyid Alwi ra
13.Saiyid Muhamad ra
14.Saiyid Alwi ra
15 Saiyid Ali Kholal Ghosam ra
16.Saiyid Muhamad Shahid Mirbat ra
17.Saiyid Muhamad ra
18.Saiyid Ali ra
19.Al Imam Faqih Muqaddam ra
20.Syeikh Yusof Mukromi ra
21.Syeikh Abdul Wahab ra
22.Syeikh Muhamad Akbar Al Ansari ra
23.Syieikh Abdul Muhyi Al Khairi ra
24.Syeikh Muhamad Al Asiy ra
25.Syeikh Abdul Khaliq/ Khaliqul Al Idrus ra
26 Raden Muhamad Yunus Al Idrus ra
27.As Syahid Raden Abdul Qadir/Pati Unus ra
28.Raden Abdullah/Raden Aria Putra ra
29.Raden Aria Darmawangsa ra
30.Raden Aria Nasharudin/ Panglima Jambi ra
31.Raden Aria Mohyiddin/ Tok Udin ra
32.Raden Muhamad Bula ra
33.Raden Muhamad Lohor ra
34.Raden Muhamad Udin ra
35.Raden Kalong ra
36.Raden Baba ra
36.Raden Osman ra
37.RADEN SYARIPAH NORMALA….Isteri ku.
Ini lah Nasab isteri saya (Tok Syeikh), walau pun begitu kami adalah bersaudara, kerana kami SEPUPU.Nasab saya telah saya tuliskan terdahulu.Saya dari Nasab Saidina Hasan ra melalui Saiyid Muhyidin Abdul Qodir Al Jailani.Sungguh pun bagitu NASAB AL HUSIN DAN AL HASAN, banyak yang bercampor kerana KETURUNAN KAMI, banyak yang kawin KERABAT.Insyaalah pada kesempatan yang lain saya akan tulis kan NASAB WALI SONGO pula kerana dalam NASAB SAYA dan ISTERI SAYA, memang bernasab sama dengan WALI SONGO khusus nya Sunan Ampel,Sunan Giri,Maulana Ishaq,Sunan Kalijaga,Sunan Ngessik,Raden Patah dan lain lain lagi.Mereka itu adalah NENEK MOYANG KAMI KERANA BANYAK DARI MEREKA BERKAHWIN KERABAT…wasallam.
Sumber: komentar Tok Syeikh di > http://karimon.wordpress.com/





Assalamualaikum, apakah ada yang bisa membantu silsilah datuk ke 5 diatas saya bernama Tuan Wali Muhammad (dari Melayu), thn 1830 M datang ke pertiwi cukuh balak lampung selatan/sumatera – indonesia
Komen oleh Kurniawan — Oktober 17, 2010 @ 1:31 am
Assalamualaikum Syeikh , apakah ada yang bisa membantu silsilah datuk ke 5 diatas saya bernama Tuan Wali Muhammad (dari Melayu), thn 1830 M datang ke pertiwi cukuh balak lampung selatan/sumatera – indonesia, saya mulai menyelusuri nasab setelah mengkaji sifat 20,thorekat,hakikat di surau pengajian tauhid , dalam pengalaman batin tersebut saya menyebut nama Syeikh Samman Al Baghdadi, dan di pengalaman nyata saya pernah menangis memeluk salah satu jamaah surau dengan menyebut kata Sayyid, Sayyid, mohon bila ada penjelasan dari Syeikh.
Komen oleh Kurniawan — Oktober 17, 2010 @ 2:02 am
APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?
Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.
1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.
Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.
2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?
Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.
3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.
Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.
Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.
Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari:
1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg ‘nabi’ dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.
2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau ‘anak tunggal’ dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.
3. Isteri-isteri beliau.
4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan ‘nasab’-nya, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.
Bagaimana tentang pewaris tahta ‘ahlul bait’ dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam.
Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW.
Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka untuk selanjutnya yang seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Fatimah dan juga Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.
Dengan demikian sistim nasab yang diterapkan itu tidan sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari atau kembali lagi ke nasab laki-laki, ya seharusnya diambil dari nasab perempuan seterusnya.
Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta ‘ahlul bait’.
Kesimpulan dari tulisan di atas, maka pewaris tahta ‘ahlul bait’ yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya Saidina Hasan dan Husein bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.
Komen oleh elfan — Disember 26, 2011 @ 6:50 am