Doa doa untuk mohon zuriat



Doa yang berkaitan dari al-Qur’an:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Rujuk Surah al-Furqan, 25: 74

فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا (٥)يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا
Rujuk Surah Maryam, 19: 5-6

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Rujuk Surah Ali Imran, 3: 38

Boleh juga berdoa dengan lafaz yang umum:

Doa Sebagai Sarana Dikurniakan Anak Yang Sholeh

Doa adalah salah satu sarana yang agung yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman sebagai suatu bentuk penghubung dirinya kepada Allah s.w.t.. Melalui doa, Allah s.w.t. memberi peluang kepada kita untuk memohon sesuatu yang diperlukan dan diingini. Malalui doa jugalah Allah akan membantu kita dengan mengabulkan (memperkenankan) apa yang diingini oleh hati-hati kita. Allah s.w.t. berfirman:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahawasanya Aku adalah dekat. Aku memperkenankan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (al-Baqarah, 2: 186)

Melalui al-Qur’an sendiri, terdapat banyak kisah-kisah dan doa-doa yang boleh menjadi contoh kepada para keluarga, pasangan suami isteri, dan mereka yang berkaitan, tentang kehebatan doa agar dikurniakan cahaya mata serta meraih kurniaan anak yang sholeh.

Sebagai contoh, di sini diutarakan dua kisah dan doa yang berkaitan;

1 – Doa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam (a.s.),

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.” (al-Baqarah, 2: 126-128)

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” …. “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.” (Ibrahim, 14: 35 & 39)

2 – Doa Nabi Zakaria ‘alahis salam;

Di sanalah Zakariya berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.” (Ali Imran, 3: 38-39)

Isteri Nabi Zakariya adalah seorang yang mandul dan dia sendiri adalah seorang yang sangat tua, namun dengan kuasa dan izin dari Allah, doanya telah diperkenankan. Menurut Sheikh Abdur Rahman as-Sa’di, “Kedua hal itu (tua dan mandul) merupakan penghalang, namun Allah berfirman (maksudnya) “Demikianlah, Allah melakukan apa yang dikehendaki-Nya”. Bahawasanya sebagaimana telah berlaku hikmah-Nya dengan berjalannya segala sesuatu itu menurut sebab-sebabnya yang wajar, maka Allah juga berkuasa merubah hukum alam tersebut menurut kekuasaan dan apa yang dikehendaki-Nya.” (Tafsir as-Sa’di (Judul Asli: Taisir al-Karim al-Rahman fii Tafsir Kalam al-Mannan), jil. 1, m/s. 490)

Sumber: Ust Nawari http://fiqh-sunnah.blogspot.com/ dan Al-Fikrah.net.

——————————–

Hadis Ibnu Abbas r.a katanya:
Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Sekiranya seseorang itu ingin bersetubuh dengan isterinya hendaklah dia membaca بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا Yang bermaksud: Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku! Jauhilah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari apa yang Engkau kurniakan kepada kami. Sekiranya perhubungan kelamin itu ditakdirkan mendapat seorang anak. Anak itu tidak akan diganggu oleh syaitan untuk selamanya..HR Imam Muslim: 2591

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s