Waktu waktu yang utama melakukan persetubuhan

Dalam sanad yang lemah (Dla’if) dikatakan nbahwa melakukan Jima’ dengan seorang istri di malam jumat itu sama pahalanya seperti orang yang membunuh 1000 tentaranorang kafir,

Waktu waktu yang disunahkan Malam pertama bulan Ramadhan. Imam Ali bin Abi Thalib berkata, ” disunahkan bagi seorang suami untuk menggauili istrinya pada malam pertama bulan Ramadhan.” Pada akhir malam.

Dalam hadist dinyatakan,” jika kalian ingin bersetubuh, lakukanlah di akhir maalam, karena hal itu menyehatkan badan.”

Malam Senin. Rasulullah saw. bersabda,” Hendaklah kamu menggauili isrtimu pada malam senin, karena jika Allah menakdirkan seorang anak, ia akan menjadi penghafal Al-qur’ an dan ridha pada karunia yang diberikan Allah SWT kepadanya.”

Malam Selasa. Rasulullah saw. bersabda,” Jika engkau menggauli istrimu pada malam selasa, dan dari persetubuhan itu kalian dianugrahi anak, maka ia akan mendapat syahadah atau kesaksian setelah kesaksiannya bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, Allah tidak akan menyiksanya bersama orang2 kafir, mulutnya akan mengeluarkan bau yang harum, lembut hatinya, dermawan, lidahnya terjaga dari ghibah, dusta, dan fitnah.”

Malam Rabu. Imam ja ’far syadiq berkata, ” Jangan bersetubuh pada malam Rabu.” Pada saat terbit fajar sampai matahari terbit. Pada saat terbenamnya matahari sampai hilangnya mega merah.

Malam Kamis. Rasulullah saw. bersabda,” Jika engkau menggauili istrimu pada malam Kamis, dan dari persetubuhan itu kalian di anugrahi anak, maka ia akan menjadi seorang pemimpin dan berilmu.” Hari Kamis. Waktu zuhur setelah matahari tergelincir dari tengah langit. Rasulullah saw. bersabda,” Jika engkau menggauili istrimu pada malam kamis setelah tergelincirnya matahari dari tengah langit, dan dari persetubuhan itu kalian dikaruniai anak, maka sesungguhnya setan tidak bisa mendekatinya hingga ia beruban dan ia akan menjadi orang yang cepat mengerti (memiliki pemahaman yang baik), dan Allah akan memberikanya keselamatan dunianya
dan agamanya.”

Malam Jum ’at. Rasulullah saw. bersabda,” Jika engaku menggauli istrimu pada malamjum ’at, dan dari persetubuhan itu kalian dikaruniai anak, maka ia akan menjadi orang fasih (pandai) bicaranya.” Malam Jum ’at pada waktu akhir Isya (sekitar tengah malam). Rasulullah saw. bersabda, ” Jika engkau menggauili istrimu pada malam jum ’at pada waktu akhir Isya, dan dari persetubuhan itu kalian ianugrahi seorang anak, maka ia akan menjadi oarnga yang terkenal , termashyur, dan berilmu.”

Waktu waktu yang dimakruhkan bersetubuh.

Pada awal malam .Rasulullah saw.bersabda, ” Janganlah menyetubuhi istrimu pada permulaan malam. Jika dari persetubuhan itu kalian dikaruniai anak, maka ia akan menjadi penyihir serta akan mendahulukan dunianya daripada akhiratnya.” Antara Adzan dan Iqomat. Rasulullah saw.bersabda,” Janganlah menyetubuhi
istrimu diantara adzan dan iqoma. Sesungguhnya jika dari persetubuhan itu kalian dianugrahi anak, ia akan mejadi orang yang haus darah.”

Pada saat terjadi gerhana bulan dan matahari. Ketika terjadi angin hitam angin merah dan angin kuning.
Saat terjadi gempa bumi.

Wallohu A‘ lam bish Shawaab

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s