Keutamaan hari Jumaat



Segala puji bagi Allah Rab semesta alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah y, beserta para keluarga, sahabat, dan orang-orang yang tetap istiqomah menegakkan risalah yang dibawanya hingga akhir zaman..

Wahai kaum muslimin ….Allah telah menganugerahkan bermacam-macam keistimewaan dan keutamaan kepada umat ini. Diantara keistimewaan itu adalah hari Jum’at, setelah kaum Yahudi dan Nasrani dipalingkan darinya.

Abu Hurairah zmeriwayatkan, Rasulullah bersabda:

“Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk”. (HR. Muslim)

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: “Hari ini dinamakan Jum’at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam’u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allah l memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah l berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. 62:9)

Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum’at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepat-cepat, karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum’at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum’at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan. (Zadul Ma’ad: 1/398).

KEUTAMAAN HARI JUM’AT

1. Hari Terbaik
Abu Hurairah z meriwayatkan bahwa Rasulullah y bersabada:

“Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada

2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo’a.
Abu Hurairah z berkata Rasulullah y bersabda:

” Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah y mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (H. Muttafaqun Alaih)

Ibnu Qayyim Al Jauziah – setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu – mengatakan: “Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma’ad Jilid I/389-390).

3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.
Ibnu Qayyim berkata: “Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya”. Hadits dari Ka’ab z menjelaskan:
“Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya”.(Mauquf Shahih)

4. Hari tatkala Allah l menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.
Sahabat Anas bin Malik z dalam mengomentari ayat: “Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum’at”.

5. Hari besar yang berulang setiap pekan.
Ibnu Abbas z berkata : Rasulullah y bersabda:

“Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum’at hendaklah mandi terlebih dahulu ……”. (HR. Ibnu Majah)

6. Hari dihapuskannya dosa-dosa
Salman Al Farisi z berkata : Rasulullah y bersabda:

“Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at”. (HR. Bukhari).

7. Orang yang berjalan untuk shalat Jum’at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.

Aus bin Aus z berkata: Rasulullah y bersabda:
“Siapa yang mandi pada hari Jum’at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah”.
(HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

8. Wafat pada malam hari Jum’at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah y bersabda:

“Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum’at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur”. (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

Judul:
الجمعة: أحكام، أداب، فضائل مع تنبيهات على بعض الأخطاء
Karya: Kholid Abu Shalh
Penterjemah: Luqman Hakim Syuhada.

Posted in Uncategorized | 1 Komen

Ibrahim Idham raja sufi yang mulia



Ibrahim bin Adham atau nama asalnya ialah Abu Ishak Ibrahim bin Adham dilahirkan daripada keluarga bangsawan Arab yang kaya raya. Beliau terkenal sebagai seorang raja Balkh yang sangat luas wilayah kekuasaannya. Ke mana saja pergi, beliau akan diiringi empat puluh bilah pedang emas dan empat batang tongkat kebesaran emas diusung di depan dan belakangnya. Nama beliau berada dalam tinta sejarah daripada seorang raja yang masyhur kepada ahli sufi yang terkenal.

Bermulanya perubahan kehidupan Ibrahim bin Adham apabila pada suatu malam ketika baginda tertidur di bilik istananya, langit-langit di biliknya bergerak seolah-olah ada seseorang yang sedang berjalan di atas atap. Ibrahim terjaga dan berseru: “Siapakah itu?”

“Saya adalah seorang sahabat, untaku hilang, aku sedang mencarinya di atas atap ini.” Terdengar sahutan dari atas.

“Bodoh, tidak ada orang mencari unta di atas atap!” Ibrahim menengkingnya.

“Wahai manusia yang lalai, apakah engkau hendak mencari Allah Subhanahu wata’ala dengan berpakaian sutera dan tidur di alas tilam emas?” Jawab suara itu penuh simbolik.

Kata-kata ini sangat menggetarkan hati Ibrahim. Ia sangat gelisah dan tidak dapat meneruskan tidurnya sehingga pagi. Seperti kebiasaannya, di sebelah siang Ibrahim berada di atas singgahsananya untuk mendengar pengaduan dan masalah rakyat jelata. Tetapi hari itu keadaannya berlainan, dirinya gelisah dan banyak termenung.

Para menteri, pembesar istana dan rakyat yang hadir merasa hairan melihat perubahan yang terjadi dengan tiba-tiba kepada raja mereka.

Tiba-tiba masuk seorang lelaki berwajah menakutkan ke dalam ruangan perjumpaan itu. Tidak seorangpun di antara askar dan pengawal istana yang berani menanyakan sesuatu dan menghalangnya masuk. Kejadian berlaku begitu pantas, semua lidah menjadi kelu. Lelaki itu melangkah ke depan Ibrahim Adham.

“Apakah yang engkau inginkan daripada aku?” Tanya Ibrahim.

“Aku baru sahaja sampai, bagilah aku rehat dulu”, jawab lelaki itu.

“Ini bukan tempat persinggahan kafilah. Ini istanaku. Lagak engkau seperti orang gila saja!” Ibrahim menengking.

“Siapa pemilik sebenar istana ini sebelum engkau?” Tanya lelaki itu.

“Ayahku!” Jawab Ibrahim pendek.

“Sebelum ayahmu?”

“Datukku!”

“Sebelum dia?”

“Datuk kepada datuk-datukku!”

“Ke manakah mereka sekarang ini?“ Tanya lelaki itu.

“Mereka telah meninggalkan dunia ini”, jawab Ibrahim.

“Jika demikian, tidakkah ini sebuah persinggahan yang diduduki oleh seseorang kemudian ditinggalkannya dan diganti oleh yang lain pula?” Kata lelaki itu.

Tersentak juga hati Ibrahim mendengar kata-kata lelaki itu. Belum sempat Ibrahim menjawab, lelaki itu mengundur ke belakang dan tiba-tiba ghaib di tengah orang ramai. Banyak para alim ulama membuat tafsiran sesungguhnya lelaki itu adalah Nabi Khidhir ‘Alaihissalam yang sengaja datang mengetuk hati raja Ibrahim bin Adham yang semakin lalai dengan tipu daya dunia.

Kegelisahan Ibrahim semakin menjadi-jadi sejak kejadian tersebut. Ia dihantui oleh bayangan dan suara lelaki itu sejak peristiwa di istananya. Akhirnya kerana tidak tahan lagi Ibrahim memerintah pengawalnya: “Persiapkan kudaku yang terbaik! Aku hendak pergi berburu. Ya, Allah! Bilakah semua ini akan berakhir?”

Ibrahim bin Adham dan rombongan terus merentasi padang pasir yang luas saujana mata memandangnya. Baginda memacu kudanya begitu laju sehingga akhirnya terpisah dengan rombongan tersebut. Dalam mencari jalan keluar baginda terlihat seekor rusa. Tiba-tiba Ibrahim ghairah hendak memburu rusa itu. Belum sempat berbuat apa-apa rusa itu berkata kepadanya: “Wahai manusia yang lalai, aku disuruh oleh Allah Subhanahu wata’ala memburumu. Engkau tidak dapat menangkapku. Bertaubatlah, untuk inikah engkau diciptakanNya?”

Ibrahim yang di dalam ketakutan itu tiba-tiba terkejut dengan kata-kata itu. Baginda langsung tidak terfikir selama ini untuk apa baginda dicipta ke dunia. Sekarang keyakinan serta keimanannya telah tertanam di dalam dadanya. Seluruh pakaian dan tubuh kudanya basah oleh cucuran air mata penyesalannya selama ini. Dengan sepenuh hati Ibrahim bertaubat kepada Allah Subhanahu wata’ala. Dalam keadaan panas terik itu, baginda meninggalkan kudanya dengan berjalan kaki yang akhirnya baginda bertemu dengan seorang penggembala yang sedang menjaga sekumpulan kambing-kambingnya.

Tiba-tiba Ibrahim meminta keizinan untuk menyerahkan bajunya yang bersulam emas serta topinya yang bertatahkan batu-batu permata yang sangat mahal harganya. Sebaliknya baginda mengenakan pakaian dan topi gembala itu yang diperbuat daripada kulit dan bulu kambing. Gembala kambing itu melihat kelakuan Ibrahim itu dengan penuh kehairanan. Semua malaikat menyaksikan perbuatan Ibrahim itu dengan penuh kekaguman sehingga salah satu malaikat berkata: “Lihat, betapa megahnya kerajaan yang diterima putera Adham sebelum ini, akhirnya telah mencampakkan pakaian dunia yang kotor dan menggantinya dengan jubah kesedaran.”

Dengan berjalan kaki Ibrahim mengembara merentasi gunung dan menyusuri padang pasir yang luas sambil menginsafi dosa-dosa yang pernah dilakukannya. Akhirnya sampailah baginda di sebuah gua. Ibrahim yang dulunya seorang raja yang hebat akhirnya menyendiri dan berkhalwat di dalam gua selama sembilan tahun. Selama di dalam gua itulah Ibrahim betul-betul mengabdikan dirinya kepada Allah Subhanahu wata’ala. Setiap hari Khamis baginda ke pekan bernama Nishapun untuk menjual kayu api. Setelah sembahyang Jumaat baginda pergi membeli roti dengan wang yang diperolehinya. Roti itu separuh diberikan kepada pengemis dan separuh lagi untuk berbuka puasa. Demikianlah yang dilakukannya setiap minggu.

Akhirnya baginda mengambil keputusan keluar dari gua tersebut untuk merantau lagi merentasi padang pasir yang terbentang luas itu. Baginda tidak tahu lagi ke mana hendak ditujui. Setiap kali baginda berhenti di sebuah perkampungan, baginda kumpulkan orang-orang setempat untuk memberitahu betapa kebesaran Allah terhadap hambaNya dan azab yang akan diterima oleh sesiapa yang mengingkarinya. Justeru itu banyaklah orang yang akrab dengannya dan ada yang menjadi muridnya. Baginda mengharungi padang pasir itu empat belas tahun lamanya. Selama itu pula baginda berdoa dan merendahkan dirinya serta tawaddhu’ kepada Allah Subhanahu wata’ala. Nama Ibrahim pula mula disebut-sebut orang; dari seorang raja berubah menjadi seorang ahli sufi yang merendah diri.

Pernah dalam perjalanannya baginda diuji. Disebabkan kewara’an baginda itu ada seorang kaya datang menemuinya untuk mengambil tabarruk ke atas baginda dengan memberi wang yang sangat banyak kepada Ibrahim. “Terimalah wang ini, semoga berkah”, katanya kepada Ibrahim.

“Aku tidak mahu menerima sesuatupun daripada pengemis”, jawab Ibrahim.

“Tetapi aku adalah seorang yang kaya”, pintas orang kaya orang itu.

“Apakah engkau masih menginginkan kekayaan yang lebih besar daripada apa yang telah engkau miliki sekarang ini?” tanya Ibrahim.

“Ya, kenapa tidak?” Jawabnya ringkas.

“Simpanlah wang ini kembali, bagi aku, engkau adalah ketua para pengemis di sini. Bahkan engkau bukan seorang pengemis lagi tetapi seorang yang sangat miskin dan meminta-minta.” Tegur Ibrahim.

Kata-kata Ibrahim itu membuatkan orang kaya itu tersentak seketika. Penolakan pemberiannya oleh Ibrahim disertai dengan kata-kata yang sinis lagi pedas itu turut meninggalkan kesan yang mendalam kepada dirinya. Dengan peristiwa tersebut orang kaya itu bersyukur kepada Allah kerana pertemuan dengan Ibrahim itu membuatkan dirinya sedar akan tipu daya dunia ini. Beliau lalai dengan nafsu yang tidak pernah cukup daripada apa yang perolehinya selama ini.

Suatu ketika sedang Ibrahim bin Adham menjahit jubah buruknya di tepi sungai Tirgis baginda ditanya oleh sahabatnya: “Engkau telah meninggalkan kemewahan kerajaan yang besar. Tetapi apakah yang engkau telah perolehi sebagai imbalannya?”

Disebabkan soalan yang tidak disangka-sangka itu keluar dari mulut sahabatnya sendiri maka dengan tiba-tiba jarum di tangannya terjatuh ke dalam sungai itu.

Sambil menunjukkan jarinya ke sungai itu Ibrahim berkata, “Kembalikanlah jarumku!”

Tiba-tiba seribu ekor ikan mendongakkan kepalanya ke permukaan air. Masing-masing ikan itu membawa sebatang jarum emas di mulutnya.

Ibrahim berkata: “Aku inginkan jarumku sendiri.”

Seekor ikan kecil yang lemah datang menghantarkan jarum besi kepunyaan Ibrahim di mulutnya.

“Jarum ini adalah salah satu di antara imbalan-imbalan yang ku perolehi, kerana meninggalkan kerajaan Balkh. Sedangkan yang lainnya belum tentu untuk kita, semoga engkau mengerti.” Kata Ibrahim Adham dengan penuh kiasan.

Begitulah kehidupan seorang raja Balkh yang bernama Ibrahim bin Adham yang luas pemerintahannya dan hidup di dalam kemewahan, tetapi akhirnya berkelana menjadi ahli sufi yang terkenal. Baginda menemui Allah Subhanahu wata’ala pada tahun 165H/782M di negeri Persia. Taubat Ibrahim itu merupakan sebuah kisah yang sangat unik bagi umat Islam yang merintis kehidupan yang penuh dengan tipu daya di dunia ini. Wallahu ‘alam.

Posted in Uncategorized | 1 Komen

10 sebab doa terhijab



“Wahai Ibrahim Adham, kami telah
berdoa kepada Allah, tetapi tidak
diperkenankanNya lagi. Beritahulah
kami apakah sebabnya?” Ibrahim Adham
menjawab, terhijabnya doa disebabkan
10 perkara..”

1) Kamu mengenali Allah tetapi
tidak menunaikan hakNya (perintahNya).

2) Kamu membaca al-Quran tetapi
tidak beramal dengannya.

3) Kamu mendakwa iblis itu musuh
kamu tetapi kamu menurut hasutannya.

4) Kamu mendakwa mencintai
Rasulullah tetapi kamu meninggalkan
amalan dan sunnahnya.

5) Kamu mendakwa mencintai syurga
tetapi kamu tidak beramal untuk
mendapatkannya.

6) Kamu mendakwa membenci neraka
tetapi kamu tidak meninggalkan
perbuatan dosa.

7) Kamu mendakwa mati itu benar
tetapi kamu tidak bersedia untuk
menghadapinya.

8) Kamu sibuk menceritakan
keaiban orang lain tetapi kamu lupa
keaiban diri sendiri.

9) Kamu makan rezeki Allah tapi
kamu tidak mensyukurinya.

10) Kamu mengebumikan jenazah
saudaramu tetapi kamu lupa mengambil
ikhtibar daripadanya.

nauzubillah… mohonlah doa dengan sebaiknya… moga Dia menjawab segala permintaan kita insyaAllah..

Posted in Uncategorized | 1 Komen

Nikah batin



Salah satu tugas ketua negara adalah menjaga keselamatan akidah orang Islam dan kesucian agama daripada dicemari oleh ajaran sesat atau penyelewengan dalam agama Islam terutama ber-kaitan dengan akidah. Tidak dinafikan kerajaan melalui Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim), telah berusaha menangani persoalan ini walaupun diakui masih terdapat 34 lagi ajaran sesat yang masih aktif. Persoalannya, ajaran sesat tidak boleh diambil ringan dan perlu diberi keutamaan oleh pimpinan negara kerana ia membabitkan akidah umat Islam.

Akhir-akhir ini, kedengaran isu nikah secara batin yang dilakukan secara orang perseorangan atau secara berkumpulan yang berselindung di sebalik nama institusi perbomohan.Walaupun perkembangan teknologi yang serba canggih dan pembangunan manusia yang serba moden dan kompleks, perkhidmatan bomoh, pawang dan dukun masih lagi menjadi tumpuan masyarakat.

Tetapi dalam kerancakan ini, ada pihak yang mengambil kesempatan untuk mengeruhkan suasana yang harmoni dengan mencampur-adukkan pelbagai rencah yang dicedok dari acuan yang sama sekali berlainan dengan nilai-nilai masyarakat Islam. Dari dahulu lagi isu nikah batin ini sukar untuk ditangani kerana mereka pandai menyembunyikan dan sesetengahnya berselindung disebalik ajaran tasauf.

Atas dasar kepentingan diri sendiri, institusi bomoh dan perdukunan dicemari oleh mereka yang tidak bertanggungjawab. Atas dasar yang sama juga, ada pihak yang cuba menyebarkan ajaran sesat dan membuat penganut taksub kepada pemimpin mereka sehingga rela mengorbankan apa sahaja hatta isteri yang dicintai untuk kepuasan pemimpin mereka.

Walaupun perlakuan segolongan ini tidak dapat diterima oleh akal yang sihat, tetapi ketaksuban ini menjadikan mereka lupa diri sehingga menimbulkan masalah yang berpanjangan kepada masyarakat sekeliling.

Biasanya gejala penipuan dari bomoh palsu melibatkan jenis perbomohan seperti rawatan kebatinan, ilmu guna-guna dan azimat, sehinggalah kepada soal nikah batin yang sudah lama wujud dalam masyarakat Islam, tetapi jarang yang menyedari kewujudannya.

Nikah batin muncul dalam masyarakat penganut Islam gara-gara ajaran tarikat sesat dari guru-guru ajaran tarikat palsu. Biasanya, nikah batin dihubungkaitkan dengan makam kasyaf guru tarikat sesat itu yang kononnya mendapat ilham rabbani. Kononnya seseorang perempuan muridnya telah dikahwinkan oleh Tuhan dengannya. Nikah batin ini lebih sesat dari nikah mutaah. Jika nikah mutaah pernah dibenarkan dalam Islam yang kemudiannya dimansuhkan oleh Nabi s.a.w., sebaliknya nikah batin tiada sebarang hujah dalam Islam.

Oleh kerana pengikutnya sudah diindoktrinasi (dirasuk fikiran) menerima gurunya sebagai orang yang memperoleh ilmu kasyaf dan ilmu ladunni (iaitu ilmu terus dari Allah) maka soal nikah batin itu dianggap pencapaian taraf guru yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Lalu guru mursyid tarikat sesat itu boleh berzina dengan sesiapa sahaja dari kalangan murid perempuan yang cantik dan memberahikan, sehingga berlaku isteri murid tersebut bernikah batin dengan gurunya.

Di Malaysia sahaja setiap ajaran sesat mengumpan mangsa-mangsa mereka dengan “syurga rahsia” iaitu dengan istilah lain ialah “nikah batin”. Untuk mengenali ciri-ciri ajaran sesat di Malaysia di antaranya ialah golongan ini memansuhkan Syariat Islam dan mengadakan syariat baru, meninggalkan sembahyang Jumaat kerana mengamal suluk, penyerahan rohani dan jasmani kepada guru melalui nikah batin, menghalalkan nikah adik-beradik, semua manusia boleh melihat Allah di dunia ini, nikah mengikut syariat hanyalah mengikut adat sebab itu dikehendaki dinikahkan sekali lagi dengan nikah batin, murid-murid tidak boleh mengahwini wanita-wanita yang diminati oleh gurunya dan bagi mereka Islam itu ada zahir dan batin, zahir itu kulit dan batin itu isi, bila dapat isi maka kulit tidak berguna lagi.

Kebanyakan ajaran-ajaran sesat di Malaysia, guru-guru mereka mengaku diri mereka sebagai Imam Mahdi dan boleh melakukan upacara nikah batin. Jelas bahawa kebanyakan ajaran sesat di Malaysia menggunakan seks sebagai tarikan kepada ajaran mereka dan kebanyakan yang menjadi mangsa mereka adalah wanita.

Di kalangan wanita Islam yang sering tertipu oleh perangkap guru tarikat dengan nikah batin ini adalah dari kalangan mereka yang jahil dan tiada pengetahuan asas agama.

Dari hakikat ini, kerjasama dari semua pihak amat diperlukan bagi menangani masalah itu yang timbul akibat kegiatan ajaran sesat yang muncul bagai cendawan yang tumbuh selepas hujan. Jakim sebagai agensi pusat yang menyelaras semua perkara yang berkaitan dengan agama Islam haruslah meningkatkan lagi usaha membanteras gejala ajaran sesat ini di samping peranan pihak berkuasa agama negeri menguatkuasakan undang-undang yang lebih tegas tanpa kompromi dengan golongan ini.

Perbomohan palsu yang dipelopori oleh orang perseorangan atau berkumpulan juga merupakan sebahagian daripada ajaran sesat yang boleh membawa ancaman kepada umat Islam di negara ini. Tujuan sebenar kumpulan mereka ini adalah untuk menghancur dan merosakkan ajaran Islam yang suci ini. Untuk mencapai matlamat tersebut, mereka sanggup melakukan apa sahaja bagi mempengaruhi masyarakat Islam yang tidak mempunyai pegangan akidah yang kukuh.

Mereka memperkenalkan ajaran baru yang sama sekali bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenar. Dengan cara ini mereka dapat melemahkan dan merosakkan pegangan umat Islam terhadap akidah Islamiah. Alam mistik dan kebatinan kepada orang Melayu sebenar bukan sesuatu yang baru untuk diperkatakan. Semenjak permulaan kependudukan masyarakat Melayu di sini, mereka telah mula melihat alam sekeliling yang mempunyai kaitan dengan kehidupan mereka walaupun tidak ada pengkhususan ilmu ketika itu. Perkaitan ini telah menjadikan mereka sebagai manusia yang peka dan sensitif serta mengaplikasikannya dalam cara dan budaya hidup sehingga menjadi satu cara hidup yang sukar dipisahkan.

Tetapi masyarakat Melayu sendiri sebenarnya telah mengalami evolusi yang mengagumkan. Sehingga sekarang nilai-nilai Islam telah begitu sebati dan menjiwai setiap etika hidup orang Melayu.

Dalam hal ini, masih ada yang mengambil kesempatan untuk kepentingan diri sendiri. Kewujudan ajaran sesat sedikit sebanyak menjejaskan akidah dan juga perpaduan di kalangan orang Melayu. Mereka ini berselindung di sebalik agama demi kepentingan diri sendiri.

Demikian jugalah dengan bomoh palsu yang berselindung di balik takbir pengubatan tradisional untuk mengaut keuntungan, memperdayakan pesakit, dan sebagainya, sehingga ia dipandang serong oleh masyarakat. Ibarat kata, akibat nila setitik, rosak susu sebelanga.

Sesungguhnya bukankah syaitan itu telah berjanji di depan Allah akan menyesatkan manusia dengan apa cara sekali pun. Mereka akan terus mengganggu atau mencederakan jasad atau roh manusia dengan izin Allah sama ada secara halus dan tidak disedari oleh manusia itu sendiri sehingga hari kiamat.

- MOHD SHAUKI ABDUL MAJID ialah penolong Pengarah Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (Yadim).

Posted in Uncategorized | 10 Komen

Budak 11 tahun dipaksa kawin masih perawan



Oleh Hardi Effendi Yaacob dan Siti Nor Hidayah Razali
bhnews@bharian.com.my
2010/03/15

KUALA LUMPUR: Kanak-kanak perempuan berusia 11 tahun yang dipaksa berkahwin dengan lelaki tabligh lebih tiga minggu lalu sebelum ditemui ditinggalkan di Madrasah Al-Ikhwan, Taman Samudera, Batu Caves, Jumaat lalu, disahkan masih perawan.

Pemeriksaan kesihatan ke atas kanak-kanak itu, Siti Nur Zubaidah Hussin, mendapati mangsa tidak mempunyai sebarang kesan hubungan seksual.
Menurut sumber, kanak-kanak itu yang dirawat di Wad Pediatrik Hospital Sungai Buloh, juga dilaporkan semakin pulih daripada kesan trauma, tetapi masih diletakkan dalam pengawasan rapi. Sementara itu, ibu mangsa, Siti Sarnan Mat Ail, 42, bersyukur anak perempuannya semakin pulih, berbanding ketika mula-mula ditemui dalam keadaan murung dan tidak bermaya.

“Mulanya dia enggan bercerita apa yang berlaku, tetapi sekarang semua pengalaman itu sudah boleh diceritakannya, selain mula berselera untuk makan.

“Zubaidah memberitahu dia melawan dengan menendang lelaki itu ketika diajak tidur bersama sepanjang dibawa dari Kelantan ke Kuala Lumpur selepas majlis pernikahan mereka. Saya bersyukur kerana anak saya tidak diapa-apakan.

“Pemeriksaan perubatan juga mengesahkan tiada apa-apa berlaku pada anak saya,” katanya ketika dihubungi di rumah saudaranya di Batu Caves, semalam.
Mangsa dipercayai dilarikan dari rumah keluarganya di Jelawang, Dabong, Kelantan sebelum dinikahkan pada satu majlis yang dihadiri sekumpulan jemaah tabligh yang dipimpin lelaki itu di Machang, Kelantan pada 19 Februari lalu.

Siti Sarnan berkata, anak perempuannya itu pada mulanya diletakkan bawah jagaan isteri lelaki terbabit di Kubang Bemban, Pasir Mas, sebelum dibawa ke Kuala Lumpur selepas bersiar-siar di Kuala Terengganu.

“Sepanjang berada bersama isteri lelaki terbabit, dia dijaga dengan baik, tetapi wanita itu tidak mampu memujuk anak perempuan saya untuk terus tinggal di sana. Saya akan membawanya pulang ke Kelantan sebaik dibenarkan keluar dari hospital.

“Dia akan diletakkan di bawah jagaan seorang saudara terdekat yang boleh dipercayai sebelum didaftarkan di sebuah sekolah agama di Tanah Merah,” katanya.

Sambil menyifatkan kepulangan Zubaidah satu rahmat besar, Siti Sarnan berharap episod hitam keluarganya akan memberi pengajaran kepada semua pihak agar ia tidak berulang lagi.

Siti Sarnan juga berharap tuntutan mufarakah yang difailkan di mahkamah terhadap pernikahan anaknya itu akan diselesaikan secepat mungkin supaya Siti Nur Zubaidah dapat meneruskan kehidupan tanpa sebarang gangguan.

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komen

Gambar wanita buang tudung demi bergelar puteri



Inilah sebagian perkara yang sentiasa terjadi di Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia. Bahwa sebahagian (besar) dari kita mungkin tak pernah menganggap bahwa perintah agama boleh diabaikan untuk kepentingan dunia. Bahkan sangat jauh dari Islam. Inilah sebuah potret jelas dari generasi muda Indonesia.

Pemilihan Putri Indonesia 2009 sudah selesai. Dan Qory Sandioriva terpilih menjadi Putri Indonesia tahun ini. Siapa Qory Sandioriva? Qory, 18 tahun, berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam. Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2003, pada kali ini, peserta dari NAD selalu mengenakan jilbab. Nah, kali ini, Qory tidak. Apa yang salah?

Mungkin tidak ada, karana seperti kita ketahui bahwa pertandingan seperti ini sudah sejak awal diadakan memang tidak dekat dengan nilai Islam. Namun, yang menghirankan dari Qory Sandioriva adalah, ia menanggalkan jilbabnya untuk acara ini.

“Buat saya, rambut adalah mahkota keindahan wanita dan saya bangga dengan memperlihatkan keindahan tersebut. Tidak apa-apa kalau saya ingin memperlihatkannya. Saya melepas jilbab atas izin dari Pemda Aceh. Semoga keputusan saya bisa diterima.” begitu ujarnya di tabloid Wanita Indonesia Edisi 19-25 Oktober 2009.

Pernyataan Qory itu ternyata membuat pemuda yang bersangkutan meradang. “Dia itu salah minta izin. Minta izin itu kepada Tuhan, kenapa tidak memakai jilbab, bukan kepada Pemuda, karana keislaman itu bukan milik siapa-siapa, bukan milik Pemuda, tapi milik Tuhan.” repet H. Abuh Mustafa Puteh, Ketua MUI Aceh Utara, masih di tabloid yang sama. Ketika hal ini tuduh menuduh semakin runcing dan panas dan memicu kontroversi, Qory pula berkata bahwa dia sehari-hari memang tidak mengenakan jilbab.

Sekarang, apakah ada beza dan artinya, ajang Putri Indonesia ini bagi masyarakat Aceh yang digelar sebagai Serambi Mekkah? (sa)

Sumber:
http://eramuslim.com

Posted in Uncategorized | 1 Komen

Rahsia kunci syurga



Kisah Benar Pemuda Arab Belajar di Amerika

Asallammualaikum wbt,

Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampong tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Mula-mula ia keberatan, namun karena desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

Di saat itu, si pendeta agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. ” Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun, pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan ugamanya. Pemuda muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.

Pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.”Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silakan!

Sang pendeta pun mulai bertanya, “

1.Sebutkan satu yang tiada duanya,

2.dua yang tiada tiganya,

3.tiga yang tiada empatnya,

4.empat yang tiada limanya,

5.lima yang tiada enamnya,

6.enam yang tiada tujuhnya,

7.tujuh yang tiada delapannya,

8.delapan yang tiada sembilannya,

9.sembilan yang tiada sepuluhnya,

10.sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,

11.sebelas yang tiada dua belasnya,

12.dua belas yang tiada tiga belasnya,

13.tiga belas yang tiada empat belasnya.

14.Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!

15.Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?

16.Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?

17.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?

18.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!

19.Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?

20.Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?

21.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!

22.Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada

Allah. Setelah membaca bismalah ia berkata,

1.Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.

2.Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra': 12).

3.Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

4.Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.

5.Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.

6.Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.

7.Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).

8.Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).

9.Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.*

10.Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah S
SWT berfirman, “Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).

11.Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .

12.Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).

13.Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

14.Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah SWT ber-firman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir: 18).

15.Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

16.Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaan terhadap kamu semua.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Yusuf:98)

17.Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keledai. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).

18.Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.

19.Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya':69).

20.Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

21.Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT? “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).

22.Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pun mula hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh pendeta. Pemuda ini berkata, “Apakah kunci surga itu?”

Mendengar pertanyaan itu lidah pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia cuba mengelak.

Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! “

Pendeta tersebut berkata, “Sesungguh aku tahu jawapan nya, namun aku takut kalian marah.”

Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda. ” Pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Wa Aasyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.”

Lantas pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**

* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)

** Kisah nyata ini diambil dari Mausu’ah al-Qishash al-Waqi’ah melalui internet, http://www.gesah.net

ROSMALIA ROSLI

Posted in Uncategorized | 2 Komen