Kesah cinta Nabi Yusuf as dengan Zulaikha lebih agung dari Romeo dan Juliet

Yusuf dan Zulaikha kononnya, kisah cinta agung. Kononnya ia lebih agung dari Romeo dan juliet, Laila dan Majnun. Begitulah menurut puisi Sufi Parsi.

Siapakah itu Zulaikha? Nama Yusuf dan Zulaikha, sering digandingkan dengan Adam dan Hawa, Muhammad dan Khartijah didalam doa pengantin. Maka olih kerana, yang mengetuai bacaan doa itu diberi gelaran al-ustaz maka para tetamu tanpa banyak soal mengaminkan doa agar kedua mempelai cinta mencinta, bahagia bagai Yusuf dan Zulaikha. Maka olih kerana para tetamu ramai yang buta Quran, tanpa soal selidik hadirin mendoakan supaya siisteri jadi seperti Zulaikha.

Bukankah zulaikha itu seorang isteri yang curang, yang punya nafsu kuat, ibu haruan yang pantang melihat Yusuf anak angkatnya yang gagah dan tampan tanpa tandingan. Zulaikha, bukankah ia yang mengoda dan menfitnahkan Yusuf, yang tetap dengan Iman. Bukan kah Zulaikha isteri Pontipac al-Aziz, yang menfitnahkan Yusuf mengakibatkan yusuf dipenjara firauan?

Malangnya ramai yang terpengaruh penyair penyair Parsi, yang mengagung-agungkan berahi dan nafsu Zulaikha terhadap Yusuf. Malangnya ramai yang melihat tulisan-tulisan padang pasir sebagai wahyuNya. Malangnya ramai yang tidak mengkaji penuh puisi sufi yang sebenarnya tidak menidakkan kandungan Quran

Berikut adalah kandungan ayat ayat surah Yusuf yang menceritakan dengan terperinci kecurangan Zulaikha

Ayat[22]
Dan ketika Yusuf sampai ke peringkat umurnya yang sempurna kekuatannya, Kami beri kepadanya kebijaksanaan serta ilmu pengetahuan; dan demikianlah kami membalas orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya.

Ayat[23]
Dan perempuan yang Yusuf tinggal di rumahnya, bersungguh-sungguh memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya; dan perempuan itupun menutup pintu-pintu serta berkata: “Marilah ke mari, aku bersedia untukmu”. Yusuf menjawab: “Aku berlindung kepada Allah (dari perbuatan yang keji itu); sesungguhnya Tuhanku telah memuliharaku dengan sebaik-baiknya; sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan berjaya”.

Ayat[24]
Dan sebenarnya perempuan itu telah berkeinginan sangat kepadanya, dan Yusuf pula (mungkin timbul) keinginannya kepada perempuan itu kalaulah ia tidak menyedari kenyataan Tuhannya (tentang kejinya perbuatan zina itu). Demikianlah (takdir Kami) untuk menjauhkan dari Yusuf perkara-perkara yang tidak baik dan perbuatan-perbuatan yang keji, kerana sesungguhnya ia dari hamba-hamba Kami yang dibersihkan dari segala dosa.

Ayat[25]
Dan mereka berdua pun berkejaran ke pintu, serta perempuan itu mengoyakkan baju Yusuf dari belakang; lalu terserempaklah keduanya dengan suami perempuan itu di muka pintu. Tiba-tiba perempuan itu berkata (kepada suaminya): Tidak ada balasan bagi orang yang mahu membuat jahat terhadap isterimu melainkan dipenjarakan dia atau dikenakan azab yang menyiksanya”.

Ayat[26]
Yusuf pula berkata: “Dia lah yang memujukku berkehendakkan diriku”. (Suaminya tercengang mendengarnya) dan seorang dari keluarga perempuan itu (yang ada bersama-sama) tampil memberi pendapatnya dengan berkata:” “Jika baju Yusuf koyak dari depan maka benarlah tuduhan perempuan itu, dan menjadilah Yusuf dari orang-orang yang dusta.

Ayat[27]
Dan jika bajunya koyak dari belakang, maka dustalah perempuan itu, dan Yusuf adalah dari orang-orang yang benar”.

Ayat[28]
Setelah suaminya melihat baju Yusuf koyak dari belakang, berkatalah ia: “Sesungguhnya ini adalah dari tipu daya kamu orang-orang perempuan; sesungguhnya tipu daya kamu amatlah besar pengaruhnya.

Ayat[29]
Wahai Yusuf, lupakanlah hal ini. Dan engkau (Wahai Zulaikha), mintalah ampun bagi dosamu, sesungguhnya engkau adalah dari orang-orang yang bersalah!”

Ayat[30]
Dan (sesudah itu) perempuan-perempuan di bandar Mesir (mencaci hal Zulaikha dengan) berkata: Isteri Al-Aziz itu memujuk hambanya (Yusuf) berkehendakkan dirinya, sesungguhnya cintanya (kepada Yusuf) itu sudahlah meresap ke dalam lipatan hatinya; sesungguhnya kami memandangnya berada dalam kesesatan yang nyata.”

Ayat[31]
Maka apabila ia (Zulaikha) mendengar cacian mereka, dia pun menjemput mereka dan menyediakan satu jamuan untuk mereka, serta memberi kepada – tiap seorang di antara mereka sebilah pisau. Dan pada ketika itu berkatalah ia (kepada Yusuf): “Keluarlah di hadapan mereka”. Maka ketika mereka melihatnya, mereka tercengang melihat kecantikan parasnya, dan mereka dengan tidak sedar melukakan tangan mereka sambil berkata: “Jauhnya Allah dari kekurangan! Ini bukanlah seorang manusia, ini tidak lain melainkan malaikat yang mulia!”

Ayat[32]
(Zulaikha) berkata: “Inilah orangnya yang kamu tempelak aku mengenainya! Sebenarnya aku telah memujuknya berkehendakkan dirinya tetapi ia menolak dan berpegang teguh kepada kesuciannya; dan demi sesungguhnya kalau ia tidak mahu melakukan apa yang aku suruh tentulah ia akan dipenjarakan, dan akan menjadi dari orang-orang yang hina.”

Ayat[33]
Yusuf (merayu kehadrat Allah Taala dengan) berkata: “Wahai Tuhanku! Aku lebih suka kepada penjara dari apa yang perempuan-perempuan itu ajak aku kepadanya. Dan jika Engkau tidak menjauhkan daripadaku tipu daya mereka, mungkin aku akan cenderung kepada mereka, dan aku menjadi dari orang-orang yang tidak mengamalkan ilmunya”.

Kepada bakal-bakal pengantin, ada baiknya persandingan saudara saudari tidak diiringi doa yusuf dan Zulaikha.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

5 Responses to Kesah cinta Nabi Yusuf as dengan Zulaikha lebih agung dari Romeo dan Juliet

  1. Kalau kita melihat perkisahan ini dari hanya satu sudut iaitu kecurangan Zulaikha, maka pendapat penulis ada logiknya. Namun jika kita lihat ayat-ayat itu dari sudut didikannya, pasti akan kita harganya secara berbeda. Pertama, keImanan tidak menguncang kepatuhan Yusuf terhadap larangan Allah. Biar Yusuf seorang yang ganteng, ilmunya menetapkan dia di jalan fitrah kejadiannya iaitu memperbetul yang salah. Makanya, biarpun Firaun tidak pernah tunduk kepada sesiapa, namun dalam perihal Yusuf-Zulaikha dia tunduk kepada kebenaran. Keduanya jika kejelitaan disalahgunakan, padah akan jadinya.

    Maka saya kira menyebut kisah Yusuf-Zulaikha dalam khutbah akad nikah, adalah agar biar cinta di kalangan pasangan harus bersih dan mendalam. Iman harus jadi benteng kerukunan dan barakah rumahtangga.

    Namun begitu, itu adalah pandangan logik. Kita harus mencari dari mana asalnya maka perkisahan ini sehingga menjadi sebahagian khutbah akad nikah. Atau bagaimana caranya agar kemasukan perkisahan ini tidak dikelirukan akan maksudnya.

  2. Ginicx says:

    Perkahwinan Al-Aziz dgn Zulaikha memang la tak bahagia. Tapi perkahwinan Nabi Yusof dgn Zulaikha amat bahagia skali berserta dua orang anak yg dikurniakan. They live happily ever after. Itu lah yg maksud kenapa orang berdoa agar pasangan pengantin bahagia seperti pasangan Nabi Yusof dgn Zulaikha.

  3. ahnaf qais says:

    en ginicx: ada hujah yg tepat tak yg menyokong pernyataan encik? boleh kemukakan tak sama da dalil quran ataupun hadis..

  4. Reblogged this on Sxakyienna and commented:
    Ayuh kita dalami sirah para nabi agar kita lebih dekat dengan agama Allah Swt, yakni ISLAM :)

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s