Cara mencintai Allah dan RasulNya

Allah Subhannahu wa Taala berfirman yg artinya “Katakanlah ‘Jika kamu mencintai Allah ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam bersabda “Tidaklah beriman salah seorang dari kamu sehingga aku lbh ia cintai daripada orangtuanya anaknya dan segenap manusia.” Ayat di atas menunjukkan bahwa kecintaan kepada Allah adl dgn mengikuti apa yg dibawa oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam. Menta’ati apa yg beliau perintahkan dan meninggalkan apa yg beliau larang menurut hadits-hadits shahih yg beliau jelaskan kepada umat manusia. Tidaklah kecintaan itu dgn banyak bicara dgn tanpa mengamalkan petunjuk perintah dan sunnah-sunnah beliau. Adapun hadits shahih di atas ia mengandung pengertian bahwa iman seorang muslim tidak sempurna sehingga ia mencintai Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam melebihi kecintaannya terhadap anak orang tua dan segenap manusia bahkan sebagaimana ditegaskan dalam hadits lain hingga melebihi kecintaannya terhadap dirinya sendiri. Pengaruh kecintaan itu tampak ketika terjadi pertentangan antara perintah-perintah dan larangan-larangan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam dgn hawa nafsunya keinginan isteri anak-anak serta segenap manusia di sekelilingnya. Jika ia benar-benar mencintai Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam ia akan mendahulukan perintah-perintahnya dan tidak menuruti kehendak nafsunya keluarga atau orang-orang di sekelilingnya. Tetapi jika kecintaan itu hanya dusta belaka maka ia akan mendurhakai Allah dan Rasul-Nya lalu menuruti setan dan hawa nafsunya. Jika Anda menanyakan kepada seorang muslim “Apakah Anda mencintai Rasulullah Shallallaahu alaihi wa alam ?” Ia akan menjawab “Benar aku korbankan jiwa dan hartaku utk beliau.” Tetapi jika selanjutnya ditanyakan “Kenapa anda tidak meninggalkan kebiasaan yg dibenci Rasulullah saw dan melanggar perintahnya dalam masalah ini dan itu dan anda tidak meneladaninya dalam penampilan akhlak dan ketauhidan Nabi?” Dia akan menjawab”Kecintaan itu letaknya di dalam hati. Dan alhamdulillah hati saya baik.”Kita mengatakan padanya”Seandainya hatimu baik niscaya akan tampak secara lahiriah baik dalam penampilan akhlak maupun keta’atanmu dalam beribadah mengesakan Allah semata.” Sebab Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam bersabda “Ketahuilah sesungguhnya di dalam jasad itu terdapat segumpal daging. Bila ia baik maka akan baiklah seluruh jasad itu dan bila ia rusak maka akan rusaklah seluruh jasad itu. Ketahuilah ia adl hati.” Suatu contoh seorang alim bersilaturrahim kepada seorang yg kelihatan shaleh tetapi masih suka memasang gambar-gambart binatang. Orang itu lalu mengingatkannya dgn larangan Rasulullah dalam soal memajang gambar-gambar. Tetapi ia menolak sambil mengatakan “Ini gambar yg idah dan menarik.” Suatu hal yg mengherankan seorang yg kelihatan shaleh dan merasa mencintai Rasulullah saw tetapi masih senang dgn kesukaan yg kelihatan ringan tetapi termasuk dalam hal yg dilarang. Dalam hati penulis berkomentar “Orang tersebut mendurhakai perintahnya bagaimana mungkin akan masuk dalam kecintaannya. Dan apakah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam akan rela dgn perbuatan tersebut? Sesungguhnya kita dan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam berada di bawah perlindungan Allah semata.” Kecintaan kepada Rasulullah adl tidak dgn menyelenggarakan peringatan pesta berhias dan menyenandungkan syair yg tak akan lepas dari kemungkaran. Demikian pula tidak dgn berbagai macam bid’ah yg tidak ada dasarnya dalam ajaran syari’at Islam. Tetapi kecintaan kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam adl dgn mengikuti petunjuknya berpegang teguh dgn sunnahnya serta dgn menerapkan ajaran-ajarannya. Sungguh alangkah indah ungkapan penyair tentang kecintaan sejati di bawah ini.”Jika kecintaanmu itu sejati niscaya engkau akan menta’atinya.Sesungguhnya seorang pecinta kepada orang yg dicintainya akan selalu ta’at setia.” Sumber Diadaptasi dari Jalan Golongan yg Selamat Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s