Percaya hari akhirat



Orang-orang yg beriman harus senantiasa beramal sebagai persiapan akhirat dan jangan terpengaruh orang-orang kafir yg selalu memikirkan dunia.

Manusia terbagi menjadi tiga bagian besar;

Beriman/percaya dan yakin akan adanya hidup sesudah mati.

Orang kafir yg tidak percaya akan hidup sesudah mati.

Orang munafiq yang mengaku percaya tapi tidak percaya.

Dalil golongan pertama “Dan mereka yg beriman kepada kitab yg telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yg telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat.” .

Dalil golongan kedua “Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian apabila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-tulang kamu akan dikeluarkan dari kuburmu? Jauh! Jauh sekali apa yg diancamkan kepada kamu.” .

Dalil golongan ketiga “Dan di antara manusia ada yg mengatakan ‘Kami beriman kepada Allah dan hari Kemudian’ padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yg beriman.” .

Sedangkan Allah menyangkal golongan kedua dan ketiga dgn firmanNya “Bagaimana kamu kufur kepada Allah padahal kamu asalnya mati lalu Allah menghidupkan kamu kemudian kamu dimatikan dan dihidupkanNya kembali kemudian kepadaNyalah kamu dikembalikan?” . Ayat ini menunjukkan bahwa manusia mengalami dua kematian dan dua kehidupan; janin kehidupan dunia kubur dan hidup sesudah mati. Dan ini baru diakui orang-orang kafir nanti apabila mereka sudah dihidupkan di akhirat tapi pengakuan tersebut tidak berguna. Allah berfirman “Mereka menjawab ‘Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan utk keluar ?’” . Dan akan dijawab kepada mereka “Yang demikian itu adl krn kamu kafir apabila Allah saja disembah dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan adl pada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.” .

Bagi orang-orang yg beriman sudah barang tentu yakin akan adanya hari akhirat tapi sayang disayang kebanyakan orang yg mengaku beriman kurang memikirkan tentang hidup sesudah mati. Yang paling banyak difikirkan adl masalah duniawi. Bukti-bukti menyatakan jika sekarang ini ada perang kebanyakan mereka sekedar ingin merdeka dari penjajahan atau menuntut hak tidak ada tendensi akhiratnya. Terbukti masih banyak terjadi peperangan antara umat Islam bahkan keduanya mengumandangkan kalimat takbir dalam perang mereka namun sekedar utk memperebutkan tanah air.

Percaturan politik juga biasanya hanya merebutkan jabatan kursi dan kepentingan pribadi sehingga umat Islam sulit menyatukan suara utk kepentingan akhirat. Dalam seni dan budaya akhirat sudah dilupakan sama sekali bahkan ada yg beralasan melestarikan budaya namun dgn mengambil resiko kemusyrikan. Dalam dunia pendidikan juga begitu ilmu duniawi dikejar setinggi langit dipikirkan secara nasional namun urusan ilmu agama dan pengamalannya diserahkan kepada masing-masing pribadi. Sebagai pedoman pada umumnya mereka menggunakan hadits dha’if “Kerjakanlah urusan duniamu seakan-akan engkau akan hidup selama-lamanya dan kerjakan urusan akhiratmu seakan-akan kamu mati besok.” . Kedha’ifan hadits tersebut -sehingga tidak bisa dijadikan dalil- semakin kita yakini dgn mengkaji ayat-ayat berikut “Tapi kamu memilih kehidupan dunia padahal akhirat itu lbh baik dan lbh kekal.” .

“Dijadikan indah pada manusia kecintaan pada apa-apa yg diingini yaitu wanita-wanita anak-anak harta yg banyak dari jenis emas perak kuda pilihan binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yg baik .” .

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yg melalaikan perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak seperti hujan yg tanam-tanamannya mengagumkan petani kemudian tanam-tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yg keras dan ampunan dari Allah serta keridhaanNya. Dan kehidup-an ini tidak lain hanyalah kesenangan yg menipu.” .

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yg sebenarnya kehidupan kalau mereka mengetahui.” .

Allah telah mengingatkan orang-orang yg beriman supaya selalu memperhatikan dan mengingat akhirat . Allah berfirman “Hai orang-orang yg beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah tiap orang memperhatikan apa yg dia kerjakan utk hari esok dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yg kamu kerjakan. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yg lupa kepada Allah lalu Allah menjadi-kan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yg fasik.” .

Ali bin Abi Thalib menjelaskan ‘Dunia ini berjalan mundur ditinggalkan sedang akhirat berjalan maju . Masing-masing memiliki anak. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia. Sesungguh-nya hari ini adl tempat beramal belum ada hisab sedangkan esok adl tempat hisab tidak ada lagi amal.‘

Maka dari itu orang-orang yg beriman harus senantiasa beramal sebagai persiapan akhirat dan jangan terpengaruh orang-orang kafir yg selalu memikirkan dunia. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu ia berkata “Rasulullah saw memegang pundakku seraya bersabda “Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pelintas jalan.” Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu berkata “Apabila engkau ada di waktu sore janganlah menunggu waktu pagi dan apabila engkau di waktu pagi janganlah menunggu waktu sore gunakanlah kesehatanmu utk sakitmu dan hidupmu utk matimu.” .

Rasulullah saw bersabda “Orang yg cerdik adl orang yg selalu meneliti dirinya dan beramal utk persiapan sesudah mati sedangkan orang yg lemah akal ialah orang yg mengikuti hawa nafsunya serta mengangan-angankan atas Allah dgn bermacam-macam angan-angan.” . Maksudnya -menurut penjelasan ahli ilmu- orang tersebut tidak ta’at kepada Allah bahkan berbuat maksiat kepadaNya namun selalu mengangankan ampunan Allah dan dia tidak mau bertobat.

Marilah kita jauhi kebiasaan orang kafir yg hanya memikirkan dunia saja atau bahkan hanya isi perutnya saja. Mereka punya slogan ‘Mengapa memikirkan hari esok yg sekarang saja belum beres. Urusan akhirat itu urusan nanti.‘ Mereka akan menyesal dgn perkataan mereka tersebut pada hari Kiamat. Firman Allah “Orang-orang kafir itu seringkali menginginkan kiranya mereka dahulu menjadi orang-orang muslim. Biarkanlah mereka ini makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan maka kelak mereka akan mengetahui .” .

Semoga peringatan ini menjadikan kita semakin bersemangat dalam mengejar kehidupan akhirat.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s